Sobat
We called them best friend. Yeah…
Sama seperti kalian, aku pun punya sobat2 semenjak aku bisa mengingat. Beranjak SMA sampai kuliah, jumlah mereka jadi gak cukup satu dan biasa kita menyebutnya ‘genk’.
Setelah lulus sekolah atau kuliah, satu persatu mereka pergi seiring kepindahan lokasi bekerja di lain kota. Kesibukan dan sobat2 baru membuat mereka melupakan kita dan gak terlalu butuh kita lagi. Sms yang gak dibalas adalah salah satu tanda2nya. Hingga akhirnya hanya tertinggal satu atau dua orang yang masih intens buat rendezvouz, atau sbg teman curhat setiap saat.
Aku seorang teman yang bertipe normative. Kalau aku sayang maka sering aku menahan diri untuk gak nyinggung perasaan mereka. Membalas celaan misalnya. Kadang malah sampai melakukan sesuatu yg gak penting dan merepotkan diri sendiri. Jauh2 beli bunga buat wisudanya dia, misalnya. Namun buat aku, kalo lg ada waktu dan kemampuan kenapa nggak? Relationship maintenance, kira2 begitu prinsip etiket yg aku pegang.
Tapi entah kenapa, somehow, kadang, aku ngerasa cuma jadi somebody’s fool aja. Nggak sekali aku dapat reaksi balik yang gak fair dari seseorang yg aku pikir sobat. Email yang gak dibalas, janji bertemu yang gak ditepati saat aku sudah terlanjur sampai di lokasi, dan lainnya. Sering alasan itu bukan sesuatu yang bisa aku terima. Padahal aku bukan orang yang possesif dan masih bisalah diajak negosiasi. Kalau ternyata waktu untukku disalip oleh calon ‘orang penting’ dalam kehidupan sobatku that’s okay. Aku akan dgn ikhlas mengerti. Namun bila alasannya klise dan akupun sendiri telah melakukan pengorbanan utk hal yg sama, seperti jarak ataupun cuaca, maka… yeah. I feel sorry too for my self. Poor me…(T.T). Emang enak dikacangin?
Kadang aku gak mau percaya kalau ada perasaan diremehkan oleh sahabatku atas perkataan atau perbuatan mereka padaku. Because, why do they want to hurt their best friend? Why do they want to 'used' me? I'm not rich, and they're not celebrities. So, why?
Kalo aku curhat pada sobatku yang lain, maka sobat yang lain itu cuma ngomong kalo itu hanya perasaanku saja. Akhirnya aku mencoba melupakan.
Namun yang terjadi, kedongkolan2 itu ternyata memendam di hati, menumpuk dan mengeras seperti kotoran kerbau. Hingga di suatu hari yang hectic dan lockerku itu mendadak menerima kiriman, tumor itupun jebol!
Lalu, seolah bola bowling yang berat, tanpa banyak cincong aku menggelindingkan bola itu begitu saja. Strike to the aisle! I let it go yeah. Finally, I feel more lighten then…
Apa aku gak ngerasa sedih? Yeah, of course. Namun yang pasti, they’re the one whose goanna miss my love…
Goodbye friend… Aku titipkan kebahagiaan kalian bersama dgn org yg kalian anggap penting saat ini dan seterusnya. So, if things are getting harder, please, just don’t kill your self. Because I won’t be feel guilty about it. It’s you who dumped me first. I just let it go… like a bowling ball. Or simply like a kite…
There it goes up in the sky
There it goes beyond the clouds
For no reason why, I can’t cry hard enough
No, I can’t cry hard enough for you to hear me now…
Asta la vista beyb..;x
Sama seperti kalian, aku pun punya sobat2 semenjak aku bisa mengingat. Beranjak SMA sampai kuliah, jumlah mereka jadi gak cukup satu dan biasa kita menyebutnya ‘genk’.
Setelah lulus sekolah atau kuliah, satu persatu mereka pergi seiring kepindahan lokasi bekerja di lain kota. Kesibukan dan sobat2 baru membuat mereka melupakan kita dan gak terlalu butuh kita lagi. Sms yang gak dibalas adalah salah satu tanda2nya. Hingga akhirnya hanya tertinggal satu atau dua orang yang masih intens buat rendezvouz, atau sbg teman curhat setiap saat.
Aku seorang teman yang bertipe normative. Kalau aku sayang maka sering aku menahan diri untuk gak nyinggung perasaan mereka. Membalas celaan misalnya. Kadang malah sampai melakukan sesuatu yg gak penting dan merepotkan diri sendiri. Jauh2 beli bunga buat wisudanya dia, misalnya. Namun buat aku, kalo lg ada waktu dan kemampuan kenapa nggak? Relationship maintenance, kira2 begitu prinsip etiket yg aku pegang.
Tapi entah kenapa, somehow, kadang, aku ngerasa cuma jadi somebody’s fool aja. Nggak sekali aku dapat reaksi balik yang gak fair dari seseorang yg aku pikir sobat. Email yang gak dibalas, janji bertemu yang gak ditepati saat aku sudah terlanjur sampai di lokasi, dan lainnya. Sering alasan itu bukan sesuatu yang bisa aku terima. Padahal aku bukan orang yang possesif dan masih bisalah diajak negosiasi. Kalau ternyata waktu untukku disalip oleh calon ‘orang penting’ dalam kehidupan sobatku that’s okay. Aku akan dgn ikhlas mengerti. Namun bila alasannya klise dan akupun sendiri telah melakukan pengorbanan utk hal yg sama, seperti jarak ataupun cuaca, maka… yeah. I feel sorry too for my self. Poor me…(T.T). Emang enak dikacangin?
Kadang aku gak mau percaya kalau ada perasaan diremehkan oleh sahabatku atas perkataan atau perbuatan mereka padaku. Because, why do they want to hurt their best friend? Why do they want to 'used' me? I'm not rich, and they're not celebrities. So, why?
Kalo aku curhat pada sobatku yang lain, maka sobat yang lain itu cuma ngomong kalo itu hanya perasaanku saja. Akhirnya aku mencoba melupakan.
Namun yang terjadi, kedongkolan2 itu ternyata memendam di hati, menumpuk dan mengeras seperti kotoran kerbau. Hingga di suatu hari yang hectic dan lockerku itu mendadak menerima kiriman, tumor itupun jebol!
Lalu, seolah bola bowling yang berat, tanpa banyak cincong aku menggelindingkan bola itu begitu saja. Strike to the aisle! I let it go yeah. Finally, I feel more lighten then…
Apa aku gak ngerasa sedih? Yeah, of course. Namun yang pasti, they’re the one whose goanna miss my love…
Goodbye friend… Aku titipkan kebahagiaan kalian bersama dgn org yg kalian anggap penting saat ini dan seterusnya. So, if things are getting harder, please, just don’t kill your self. Because I won’t be feel guilty about it. It’s you who dumped me first. I just let it go… like a bowling ball. Or simply like a kite…
There it goes up in the sky
There it goes beyond the clouds
For no reason why, I can’t cry hard enough
No, I can’t cry hard enough for you to hear me now…
Asta la vista beyb..;x
